Tampilkan postingan dengan label NORMATIF. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label NORMATIF. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 16 November 2013
b.indonesia
Pengertian Laporan
Pengertian Laporan
Laporan mempunyai peranan yang penting pada suatu organisasi
karena dalam suatu organisasi dimana hubungan antara atasan dan bawahan
merupakan bagian dari keberhasilan organisasi tersebut. Dengan adanya hubungan
antara perseorangan dalam suatu organisasi baik yang berupa hubungan antara
atasan dan bawahan, ataupun antara sesama karyawan yang terjalin baik maka akan
bisa mewujudkan suatu sistem delegation of authority dan pertanggungjawaban
akan terlaksana secara effektif dan efisien dalam organisasi.
Pengertian laporan adalah bentuk penyajian fakta tentang
suatu keadaan atau suatu kegiatan, pada dasarnya fakta yang disajikan itu
berkenaan dengan tanggung jawab yang ditugaskan kepada si pelapor. Fakta yang
disajikan merupakan bahan atau keterangan berdasarkan keadaan objektif yang
dialami sendiri oleh si pelapor (dilihat, didengar, atau dirasakan sendiri)
ketika si pelapor melakukan suatu kegiatan.
Dalam pembuatan suatu laporan formal, bahasa yang digunakan
haruslah bahasa yang baik, jelas dan teratur. Bahasa yang baik tidak berarti
bahwa laporan itu mempergunakan gaya bahasa yang penuh hiasan, melainkan dari
segi sintaksis bahasanya teratur, jelas memperlihatkan hubungan yang baik
antara satu kata dengan kata yang lain dan antara satu kalimat dengan kalimat
lain. Penggunaan kata ganti orang pertama dan kedua harus dihindari, kecuali
penggunaan kata ”kami” bila yang menyampaikan laporan adalah suatu badan atau
suatu tugas.
A. Prinsip – prinsip Penulisan laporan
Laporan pada dasarnya adalah alat komunikasi juga. Supaya
dapat digunakan sebagai alat komunikasi yang efektif, sebuah laporan harus
memenuhi syarat–syarat berikut ini.
1. Lengkap
Artinya data dan fakta yang ada dalam laporan harus lengkap
2. Jelas
Sebuah laporan disebut jelas bila uraian dalam laporan tidak
memberi peluang ditafsirkan secara berbeda oleh pembaca yang berbeda. Ini dapat
dicapai bila bahasa yang digunakan benar dan komunikatif
3. Benar / akurat
Data dan fakta yang salah dapat menuntun pembaca membuat
suatu keputusan yang salah. Jadi kebenaran dan keakuratan isi laporan sangat
diperlukan.
4. Sistematis
Laporan harus diorganisasikan sedemikian rupa, dengan system
pengkodean yang teratur, sehingga mudah dibaca dan diikuti oleh pembaca. Laporan
yang sistematis juga menunjang unsur kejelasan yang sudah diciptakan oleh unsur
– unsur bahasa.
5. Objektif
Penulis laporan tidak boleh memasukkan selera pribadi ke
dalam laporannya. Pelapor harus bersikap netral dan memakai ukuran umum dalam
minilai sesuatu.
6. Tepat waktu
Ketepatan waktu mutlak diperlukan, karena keterlambatan
laporan bisa mengakibatkan keterlambatan pengambilan keputusan.
B. Jenis Laporan
Laporan dapat digolongkan menurut :
1. Maksud pelaporan
Laporan
informativ, yaitu laporan yang dimaksudkan untuk memberi informasi dan bukan
dimaksudkan untuk memberi analisis atau rekomendasi. Titik pentingnya adalah
pemberian informasi yang akurat dan terinci.
Laporan
rekomendasi, yaitu laporan yang di samping memberikan informasi juga
menyertakan pendapat si pelapor, dengan maksud memberikan rekomendsasi (usul
yang tidak mengikat). Meski demikian akurasi dan rincian informasi tetap
diperlukan supaya rekomendasi yang diberikan juga meyakinkan.
Laporan analitis,
yaitu laporan yang memuat sumbangan pikiran si pelapor, bisa berupa pendapat
atau saran, setelah melalui analitis yang matang dan mendalam. Kebanyakan
laporan akademis berada pada kategori ini.
Laporan
Pertanggungjawaban, di mana si pelapor memberi gambaran tentang pekerjaan yang
sedang dilaksanakan (Progress report) atau sudah dilaksanakan (bersifat
evaluatif).
Laporan Kelayakan
(feasibility report). Pelapor menganalisis suatu situasi atau masalah secara
mendalam untuk menuju penilaian yang bersifat pilihan: layak atau tidak.
Berbagai alternative dinanalisis, kemudian ditentukan mana yang lebih baik.
2. Bentuk Laporan
Laporan berbentuk
Memo; Biasanya laporan pendek yang memuat hal – hal pokok saja, dan beredar di
kalangan intern organisasi.
Laporan berbentuk
Surat; Isinya lebih panjang daripada laporan yang berbentuk memo, sekitar tiga
lembar folio. Bisa ditujukan ke luar organisasi.
Laporan berbentuk
naskah; Laporan ini bisa panjang atau pendek. Bila panjang dibuat dalam format
buku, dan dalam penyampaiannya mutlak diperlukan surat atau memo pengantar.
Laporan berbentuk
Campuran; Laporan ini tidak lain gabungan antara bentuk naskah dengan memo atau
surat. Dibuat begini karena isinya cukup kompleks sehingga harus dipadukan
dengan bentuk naskah agar pengkodean bagian – baiannya lebih mudah dilakukan.
Laporan berbentuk
formulir.
Laporan berbentuk
buku.
3. Waktu Penyampaian
Laporan
Insidental; Laporan ini tidak disampaikan secara rutin, hanya sekali- sekali
saja dalam rangka suatu kegiatan yang tidak terjadwal tetap.
Laporan Periodik;
Ditulis dalam suatu periode tertentu dan dinamai sesuai periodenya pula.
Contoh: Laporan harian, Mingguan, Bulanan dan seterusnya. bhs.indonesia
macam-macam laporan
- laporan berbentuk formulir isian
laporan ini biasanya telah disiapkan blanko daftar isian yang diserahkan pada tujuan yang akan dicapai - laporan berbentuk surat
laporan yang bentuk surat prinsipnya sama dengan surat biasa perbedaannya terlatak pada isi dan panjang surat - laporan berbentuk memorandum
laporan berbentuk memo atau catatan pendek lebih singkat dibanding surat.laporan ini sering digunakan dalam lingkungan organisasi/lembaga/antara atasan dan bawahan dalam suatu hubungan kerja - laporan perkembangan dan keadaan
laporan perkembangan adalah laporan yang bertujuan untuk menyampaikan perkembangan,perubahan yang sudah dicapai dalam usaha untuk mencapai tujuan/sasaran yang telah ditentukan tujuannya untuk menyebarkan kondisi yang ada pada saat laporan itu dibuat - laporan berkela
laporan berkela dibuat secara rutin(harian,mingguan,bulanan,tahunan)misalnya laporan keuangan,produksi dan peningkatan prestasi - laporan laboratoris/hasil penelitian
laporan laboratoris tujuannya untuk menyampaikan hasil dari percobaan/penelitian yang dilakukan dilaboratorium - laporan formal/semi formal
laporan formal ialah laporan yang memenuhi persyaratan-persyaratan tertentu/sistematika baku sebuah laporan ilmiah.jika tidak lengkap menjadi laporan semi formal.
bahasa.indonesia
Mengenal Macam-macam Bentuk Surat
A. Bentuk Lurus Penuh / Full block style
Bentuk surat lurus yaitu bentuk surat yang pengetikannya semua dimukai pada pasak garis pinggir kiri (penekan segi sebelah kiri). Pada bentuk lurus ini, tanggal dan salam penutup juga diketik mulai pasak garis pinggir kiri. Sehingga bentuk surat ini merupakan bentuk yang paling mudah diketik.
B. Bentuk Lurus / Blok Style
Bentuk surat ini sama dengan bentuk lurus, hanya diantara salam pembuka dan isi suarat dicantumkan perihal surat.
C. Bentuk Setengah Lurus / Semi block style
Bentuk setengah lurus yaitu bentuk surat yang hamper sama dengan bentuk lurus, perbedaannya terletak pada pengetikan isis saja, yaitu setiap alenia baru masuk lima spasi.
D. Bentuk Surat Lekuk / Indented style
Pada bentuk surat lekuk tempat dan tanggal, salam penutup serta nama dan jabatan diketik disebelah kanan, sedangkan isi surat diketik dari pasak pinggir sebelah kiri, dengan ketentuan bahwa setiap alenia baru masuk ke dalam lima spasi.
Contoh:
E. Bentuk Alinea Menggantung / Hanging Paragraph Style
Merupakan bentuk surat dimana Tubuh Surat memiliki alinea yang menggantung. Maksud dari alinea menggantung adalah setelah alinea baru, baris berikutnya masuk lima spasi. Jadi setelah alinea pertama, alinea berikutnya harus diberikan spasi sekitar 5 spasi. Biasanya bentuk surat ini ada pada kedinasan tertentu.
F. Bentuk Surat Resmi
Bentuk surat resmi banyak dipakai oleh istansi Pemerintah. Alamat harus diketik dibagian sebelah kanan,sedangkan dibagian sebelah kiri dibuat nomor, lampiran dan perihal atau hal surat. Setiap pergantian alinea dari isi surat selalu masuk lima spasi.
Bhs.Indonesia
apresiasi puisi
2. CIRI-CIRI KEBAHASAAN PUISI / MEMAHAMI PUISI
Pemadatan Bahasa
Bahasa dipadatkan agar berkekuatan GAIB artinya memiliki makna yang lebih luas daripada kalimat biasa.Contoh :
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut namaMu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
CayaMU panas suci
Tinggal kerdip lilin di kelam sunyi.
Kata kuncinya termangu, sungguh, lilin
Penyair bermaksud menyatakan bahwa cahaya iman dari Tuhan tinggal cahaya kecil di lubuk hati yang siap padam karena kegoncangan iman.
Pemilihan Kata Unik / Khas
Makna Kias/ konotatif
Kata-kata yang penuh dengan penafsiran untuk mengetahui isi/maknanya. Contoh :
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku telah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu miskin harta
Makna kias di atas mudah dipahami karena diberi penjelasan pada baris berikutnya. Kata pagi diberi penjelasan muda. Kata petang diberi penjelasan batang usiaku sudah tinggi (tua)
Lambang
Dalam puisi lambang yaitu pengantian suatu hal dengan benda lain/hal lain. Jenis – jenis lambang dalam puisi meliputi lambang benda, lambang warna, lambang bunyi, lambang suasana. Contoh :
Dan sepatu yang berat serta nakal
Yang dulu biasa menempuh
Jalan-jalan yang mengkhawatirkan
Dalam hidup lelaki yang kasar dan sengsara
Kini telah aku lepaskan
Dan berganti dengan sandal rumah
Yang tentram , jinak dan sederhana
Bait sepatu yang berat dan nakal dilambangkan jejaka yang belum berumah tangga sedangkan setelah menemukan jodohnya, ia menjadi sandal rumah yang jinak dan sederhana.
Lambang warna hitam melambangkan kesedihan, warna putih = kesucian, warna kuning = kesetiaan, warna biru = harapan, jingga = kebencian. Contoh :
Tapi halusnya putih pergi kembara
Bulan keramik putih tanpa darah
Warna jingga adalah mata Samijo
Menatap ia, menatap amat tajamnya.
Padamkan jingga apimu. Padamkan !
Demi selaput suteraku putih: padamkan!
Lambang bunyi artinya makna khusus suatu alat musik atau perpaduan bunyi – bunyi tertentu yang mempunyai arti tertentu .Contoh:
Seruling di pasir tipis, merdu
Antara gundukan pohon pina
Tembang mengema di dua kaki
Burangrang – Tangkuban Perahu
Jamrut di pucuk-pucuk
Kata seruling dalam tanah Sunda terkenal suara yang meyayat hati/ sendu. Terlebih jika dikaitkan dengan gunung Burangrang ( legenda Lutung Kasarung) dan gunung Tangkuban Perahu (legenda Sangkuriang). Jelas bahwa puisi ini bernada sendu dan kedukaan yang mendalam
Lambang suasana artinya peristiwa / keadaan yang tidak digambarkan seperti apa adanya tetapi diganti dengan yang lain. Contoh :
Kutulis surat ini
Kala hujan gerimis
Bagai bunyi tambur mainan
Anak peri dunia yang gaib
Dan angin mendesah
Mengeluh dan mendesah
Kata hujan gerimis melambangkan suasana sedih/ duka penulis karena cinta kepada gadis pujaannya tidak direstui/ ditolak oleh orang tuanya/gadis tersebut. Namun cintanya luar biasa bergema dan bergemuruh seperti tambur mainan anak peri dunia yang gaib. Lambang suasana lain misalnya lintang kemukus = bencana, bharatayuda = huru-hara, bulan purnama= indah
Persamaan Bunyi / Rima
Persamaan bunyi yang diulang-ulang menciptakan konsentrasi dan kekuatan bahasa yang disebut daya gaib seperti mantra-mantra. Contoh:
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama -Mu
Biar susah sungguh
Mengingat Kau penuh seluruh
Tuhanku
Aku hilang bentuk
remuk
Pengimajinasian Pancaindera
Pengimajinasian ialah kata-kata yang dapat memperjelas/memperkonkret apa yang dinyatakan penulis. Contoh :
Ia dengar kepak sayap kelelawar dan guyur sisa hujan dari daun karena angin pada kemuning . Ia dengar resah kuda serta langkah pedati.
Irama/ Ritme
Irama = pengulangan bunyi , kata, frasa, kalimat untuk menciptakan keindahan yang teratur. Contoh :
Pagiku hilang / sudah melayang
Hari mudaku / telah pergi
Kini petang / datang membayang
Batang usiaku / sudah tinggi
3. Hal- Hal yang diungkap penyair meliputi Tema, Nada dan Suasana, perasaan dan Amanat
Tema Puisi
Tema = gagasan pokok / pokok permasalahan dari sang penyair. Sedikit banyak pembaca harus tahu latar belakang penulis agar tidak salah tafsir.
Tema bersifat khusus ( diacu dari penulis), objektif (semua pembaca harus menafsir sama), lugas (bukan makna kias). Macam-macam tema misalnya tema ketuhanan, kemanusiaan, cinta, patriotisme, perjuangan, kegagalan hidup, alam, keadilan, kritik social, demokrasi, kesetiakawanan.
3.1.1. Tema Ketuhanan
Tema ini membawa manusia lebih bertakwa dan merenungkan kekuasaan Tuhan.
Doa
Tuhanku
Dalam termangu
Aku masih menyebut nama-Mu
3.1.2. Tema Kemanusiaan
Tema ini membawa manusia untuk menjunjung tinggi martabat manusia. Manusia harus dihargai , dihormati, diperhatikan hak-haknya secara adil dan manusiawi.
Gadis Peminta-minta
Setiap kita bertemu, gadis kecil berkaleng kecil
Senyummu terlalu kekal untuk kenal duka
Tengadah padaku, pada bulan merah jambu
Tapi kotaku jadi hilang, tanpa jiwa
3.1.3. Tema Patriotisme
Tema ini mengajak pembaca untuk meneladani orang-orang yang telah berkorban demi bangsa dan tanah air. Mereka rela mati demi tanah air yang merdeka.
Diponegoro
Di masa pembangunan ini
Tuan hidup kembali
Dan bara kagum menjadi api
Di depan sekali tuan menanti
Tak gentar lawan banyaknya seratus kali
Pedang kanan, keris di kiri
Berselubung semangat yang tak bias mati
…………………
Maju
Serbu
Serang
Terjang
3.1.4. Tema Cinta Tanah Air
Tema ini mengajak pembaca agar mencintai tanah air/tanah kelahiran / memuji keindahan tanah air.
Tanah Sunda
Ke mana pun berjalan, terpandang
Daerah ramah di sana
Ke mana pun ngembara, kujumpa
Manusia hati terbuka
Mesra menerima……
3.1.5. Tema Cinta Kasih antara Pria dan Wanita
Tema ini mengajak pembaca untuk mengetahui tema cinta berbentuk perkenalan, berkasih-kasihan, perpisahan
Surat Cinta
Kutulis surat ini
Kala hujan gerimis
Bagai bunyi tambur mainan
Anak-anak peri dunia gaib
………….
Wahai dik Narti
Aku cinta kepadamu
3.1.6. Tema Kerakyatan dan Demokrasi
Tema ini mengungkapkan bahwa rakyat memiliki kekuasaan karena rakyatlah yang menentukan pemerintahan suatu negara.
Rakyat
Rakyat ialah kita
Jutaan tangan yang mengayun dalam kerja
Di bumi di tanah tercinta
Jutaan tangan mengayun bersama
Membuka hutan lalang jadi ladang-ladang berbunga
Mengepulkan asap dari cerobong pabrik-pabrik di kota
Menaikkan layar menebar jala
Meraba kelam di tambang logam dan batu bara
3.1.7. Tema Keadilan Sosial / Protes Sosial
Tema ini menuntut keadilan bagi kaum tertindas yaitu protes terhadap ketidakadilan di dalam masyarakat yang dilakukan oleh kaum kaya, penguasa, presiden terhadap rakyat jelata.
Sajak Burung-Burung Kondor / Elang
Para tani-buruh bekerja
Berumah di gubug-gubug tanpa jendela
Menanam bibit di tanah yang subur
Memanen hasil yang berlimpah dan makmur
Namun hidup mereka sendiri sengsara
……..
3.1.8. Tema Pendidikan / Budi Pekerti
Tema ini berisi nasihat pada pelajar untuk mempersiapkan diri menyambut masa depan / mendidik remaja agar bermoral yang baik
Menyesal
Pagiku hilang sudah melayang
Hari mudaku telah pergi
Kini petang datang membayang
Batang usiaku sudah tinggi
Aku lalai di hari pagi
Beta lengah di masa muda
Kini hidup meracun hati
Miskin ilmu miskin harta
bhs.indonesia
APRESIASI TEKS SENI BERBAHASA
Apresiasi teks seni berbahasa dapat di artikan sebagai kegiatan untuk memahami suatu karya bermedium bahasa dengan sungguh-sungguh timbul penghargaan terhadap karya itu karya itu karena sadar akan keindahan dan kehalusanya. Keindahan suatu karya itu antara lain terwujud oleh adanya makna, rasa, atau amanat yang disampaikan secara terselubung dengan memanfaatkan struktur tata bahasa dan pilihan kata/ungkapan tertentu sehingga melahirkan majas,rima,ritma,peribahasa,imaji(daya bayang) asosiasi dsb..
Apresiasi dapat bersifat verbal , dapat pula kinetik. Verbal artinya berhubungan dengan kata atau ucapan , sedangkan kinetik artinya berhubungan dengan gerak. Apresiasi dapat bersifat tulis, dapat pula lisan. Selain itu, apresiasi dapat bersifat reseptif, dapat pula produktif.
Bentuk apresiasi karya tahap pertama ialah yang barsifat resptif , seperti membaca mendegarkan , atau menonton sehingga memahami dan menikmati karya tersebut untuk mengetahui sejauh mana seseorang telah berhasil memahami atau menikmati suatu karya.
Penjelasan
Apresiasi dapat diartikan suatu langkah untuk mengenal, memahami, dan menghayati suatu karya sastra yang berakhir dengan timbulnya pencelupan atau rasa menikmati karya tersebut dan berakibat subjek apresiator dapat menghargai karya sastra yang dinikmatinya secara sadar. Karya sastra dapat dikenal atau dipahami melalui unsur-unsur yang membangunnya atau disebut dengan unsur intrinsik. Yang dimaksud unsur-unsur intrinsik, yaitu tema, plot/alur, tokoh, watak tokoh, latar, setting, amanat/pesan, sudut pandang, dan gaya bahasa. Selain dari unsur intrinsik dan teks seni berbahasa, juga dapat diapresiasi dengan menelaah penggunaan atau pilihan kata serta istilah yang terdapat dalam teks tersebut. Termasuk dalam hal ini, mencari kata-kata kunci yang menjadi penanda tema teks yang bersangkutan.
Di samping pengamatan terhadap unsur-unsur intrinsik dan pemakaian unsur bahasanya, untuk memahami suatu karya sastra atau teks seni berbahasa dapat dilakukan pula pengamatan terhadap unsur-unsur ekstrinsik, yaitu hal-hal yang melatar belakangi terciptanya teks seni berbahasa tersebut. Hal-hal tersebut antara lain latar belakang pengarang, tujuan penulisan, latar sosial-budaya, lingkungan kehidupan pengarang, serta latar belakang pendidikan. Sebelum melakukan apresiasi, umumnya seseorang memilih bentuk karya sastra atau jenis teks seni berbahasa yang disukai, misalnya bentuk karya sastra prosa, puisi, drama, atau film. Kesukaan itu akan melangkah pada upaya seseorang untuk mengetahui atau memahami lebih dalam karya yang dipilihnya. Sebuah karya sastra dapat disukai dan digemari oleh seseorang oleh karena karya tersebut dapat memberi kesan tersendiri yang menimbulkan empati bagi penggemarnya. Hal itu disebabkan proses penciptaan karya sastra meliputi hal-hal berikut ini :
1. Upaya mengeksplorasi jiwa pengarangnya yang diejawantahkan ke dalam bentuk bahasa yang akan disampaikan kepada orang lain.
2. Upaya menjadikan sastra media komunikasi antara pengarang atau pencipta dan peminat sastra.
3. Upaya menjadikan sastra sebagai alat penghibur dalam arti merupakan alat pemuas hati peminat sastra.
4. Upaya menjadikan isi karya sastra merupakan satu bentuk ekspresi yang mendalam dari pengarang atau sastrawan terhadap unsur-unsur kehidupan. Dengan kata lain, merupakan hasil proses yang matang bukan sekadar diciptakan.
Untuk mengapresiasi sebuah karya sastra atau teks seni berbahasa, perlu dilakukan aktivitas berupa:
1. Mendengarkan/menyimak
2. Membaca
3. Menonton
4. Mempelajari bagian-bagiannya
5. Menceritakan kembali
6. Mengomentari
7. Meresensi
8. Membuat parafrasa
9. Menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan karya tersebut
10. Merasakan seperti: mendeklamasikan (untuk puisi ) atau melakonkan (untuk drama)
11. Membuat sinopsis untuk cerita, dan sebagainya
Selain aktivitas merespons karya sastra seperti disebutkan di atas, langkah-langkah mengapresiasi sebuah karya sastra yang diminati secara umum meliputi hal-hal berikut:
1. Menginterpretasi atau melakukan penafsiran terhadap karya sastra berdasarkan sifat-sifat karya sastra tersebut.
2. Menganalisis atau menguraikan unsur-unsur karya sastra tersebut, baik unsur intrinsik maupun ekstrinsiknya.
3. Menikmati atau merasakan karya sastra berdasarkan pemahaman untuk mendapatkan penghayatan.
4. Mengevaluasi atau menilai karya sastra dalam rangka mengukur kualitas karya tersebut.
5. Memberikan penghargaan kepada karya sastra berdasarkan tingkat kualitasnya.
Contoh
- kisah dalam film Titanic yang dilatarbelakangi oleh kisah nyata tenggelamnya kapal Titanic yang disebut-sebut sebagai unsinkable ship ( kapal yang tak bias tenggelam ) oleh para perancangnya.
- Novel Ziarah karya Iwan Simatupang juga diduga sebagai refleksi goncangan jiwa pengarang akibat kematian istrinya.
- Puisi “Cintaku Jauh di Pulau” karya Chairil Anwar diakui memiliki daya ramal terhadap diri Chairil Anwar sendiri : meninggal dalam usia muda, sebelum cita-citanya tercapai.
bhs.indonesia
PENGERTIAN REKLAME DAN CONTOH REKLAME VISUAL
Secara etimologis kata reklame berasal dari kata "Reclomos", Re artinya ulang, Clomos artinya panggilan atau teriakan, Jadi reklame berarti panggilan yang berulang-ulang.
Secara umum reklame diartikan sebagai media propaganda yang berfungsi untuk memperkenalkan dan menawarkan barang dagangan atau jasa agar dikenal oleh masyarakat.
Secara luas reklame diartikan sebagai suatu karya seni rupa yang bertujuan untuk menginformasikan, mengajak, menganjurkan atau menawarkan produk (sesuatu berupa barang atau jasa) kepada konsumen dengan cara yang menarik sehingga konsumen ingin memiliki, menggunakan atau membelinya.
Contoh Reklame Visual :
1. Logo
Merupakan suatu bentuk gambar/sekedar sketsa dengan arti tertentu,dan mewakili suatu arti dari perusahaan,daerah,perkumpulan,produk dll.
2. Poster
Adalah plakat yang dipasang di tempat umum berupa pengumuman/iklan biasanya berbentuk gambar yang dirancang sedemikian rupa sehingga menarik perhatian
3. Booklet
Reklame yang berbentuk menyerupai buku/lembaran kertas yang dilipat berisi informasi produk
4. Spanduk
Media informasi yang berupa kain rentang yang berisi slogan,propaganda/berita yang harus diketahui umum
5. Embalase
Reklame yang terdapat pada kemasan benda yang direklamekan disamping sebagai kemasan juga berfungsi sebagai daya tarik dan pemberitahuan kepada konsumen
6. Selebaran
Lembaran kertas berukuran kecil mengandung pesan tercetak untuk disebarkan kepada umum sebagai informasi
7. Papan nama
Reklame berbentuk papan berisi tulisan dan gambar yang penempatannya di depan tempat usaha
( biasanya berisi tulisan yang menunjukkan nama,profesi,atau nama instansi )
8. Baliho
Reklame yang berbentuk gambar /tulisan yang berukuran jumbo yang biasanya terbuat dari plat aluminium/besi
bhs.indonesia
PENGERTIAN PUISI
Sebuah puisi merupakan ungkapan perasaan
atau pikiran penyairnya dalam satu bentuk ciptaan yang utuh dan menyatu.
Secara garis besar, sebuah puisi terdiri atas 7 unsur, yaitu: tema,
suasana, imajinasi, amanat, nada, suasana, dan perasaan. Sedangkan
prinsip dasar sebuah puisi adalah berkata sedikit mungkin, tetapi
mempunyai arti sebanyak mungkin.
Berikut ini adalah pengertian dan definisi puisi:
# HERMAN J. WALUYO
Puisi adalah karya sastra tertulis yang paling awal ditulis oleh manusia.
# SUMARDI
Puisi adalah karya sastra dengan bahasa
yang dipadatkan, dipersingkat, dan diberi irama dengan bunyi yang padu
dan pemilihan kata-kata kias (imajinatif)
# HERMAN J. WALUYO
Puisi adalah genre sastra yang paling banyak menggunakan kata kias
Puisi adalah bentuk karya sastra yang
mengungkapkan pikiran dan perasaan penyair secara imajinatif dan disusun
dengan mengonsentrasikan semua kekuatan bahasa dengan pengonsentrasian
struktur fisik dan struktur batinnya
# JAMES REEVES
Puisi adalah ekspresi bahasa yang kaya dan penuh daya pikat
# THOMAS CARLYLE
Puisi merupakan ungkapan pikiran yang bersifat musikal
# PRADOPO, 1995:7
Puisi merupakan rekaman dan interpretasi pengalaman manusia yang penting, digubah dalam wujud yang paling berkesan
# HERBERT SPENCER
Puisi merupakan bentuk pengucapan gagasan yang bersifat emosional dengan mempertimbangkan efek keindahan
# DUNTON
Puisi adalah pemikiran manusia secara konkret dan artistik dalam bahasa serta berirama 9seperti musik)
Video puisi cinta
Dalam video ini akan diperlihatkan sebuah contoh puisi cinta
Pencarian Terbaru (100)
Pengertian puisi. Definisi puisi. Arti puisi. Puisi adalah. Puisi. Pengertian parafrase. Defenisi puisi.
Pengertian puisi anak. Makna puisi. Arti dari puisi. Teori puisi. Devinisi puisi. Ungkapan perasaan. Arti parafrase.
Penjelasan puisi. Parafrase puisi. Maksud
puisi. Pengertian puisi dan contohnya. Apa yang dimaksud dengan puisi.
Apa arti puisi. Puisi dan artinya.
Contoh puisi kontemporer. Pengertian
parafrase puisi. Definisi puisi anak. Apa itu puisi. Penjelasan tentang
puisi. Pengertian puisi menurut para ahli. Puisi beserta maknanya.
Pengertian puisi kontemporer. Pengertian
dari puisi. Keterangan puisi. Apa yang di maksud dengan puisi. Apa
pengertian puisi. Puisi kontemporer dan maknanya. Kumpulan parafrase
puisi.
Difinisi puisi. Pengertian parafrasa.
Contoh puisi kesehatan. Pengertian kumpulan puisi. Pengertian puisi
menurut sastrawan. Pengertian tema puisi. Pengertian dan contoh syair.
Pengertian interpretasi puisi. Defini
puisi. Puisi pengertian. Contoh puisi dan artinya. Yang dimaksud dengan
puisi. Definisi puisi menurut para ahli. Puisi definisi.
Pengertian puisi adalah. Puisi beserta
parafrasenya. Puisi beserta gambar. Definisi dari puisi. Puisi arti. 100
pengertian puisi. Puisi kontemporer.
Pengertian puisi beserta contohnya.
Pengertian puisi definisi. Contoh puisi kontemporer dan maknanya. Apa
yang di maksud puisi. Pengertian dan definisi puisi. Arti puisi anak.
Puisi perasaan.
Contoh parafrase. Pengertian puisi
kontemporer dan contohnya. Puisi beserta artinya. Puisi artinya.
Depinisi puisi. Jenis puisi anak. Pengertin puisi.
Pengertian tentang puisi. Pengetian puisi.
Apakah arti puisi. Puisi dan parafrasenya. Penertian puisi. Pengertian
parafrase dan contohnya. Definisi puisi dan contohnya.
Pengertian imajinatif. Definisi pantun.
Pengertian isi puisi. Arti parafrase puisi. Pengertian makna puisi.
Pengertianpuisi. Hakikat puisi menurut para ahli.
Pengertia puisi. Definisi tentang puisi.
Puisi gambar. Interpretasi terhadap puisi adalah. Contoh puisi beserta
parafrasenya. Definisipuisi. Definisi puisi menurut para ahli terbaru.
Contoh puisi beserta maknanya. Puisi
beserta makna. Devenisi puisi. Pengertian imajinasi dalam puisi.
Pengrtian puisi. Puisi beserta gambarnya. Pengertian suasana puisi.
Puisi kontemporer dan artinya. Interpretasi terhadap puisi
bhs.indonesia
Pengertian Film
Film
adalah media komunikasi yang bersifat audio visual untuk menyampaikan
suatu pesan kepada sekelompok orang yang berkumpul di suatu tempat
tertentu. (Effendy, 1986: 134). Pesan film pada komunikasi massa
dapat berbentuk apa saja tergantung dari misi film tersebut. Akan
tetapi, umumnya sebuah film dapat mencakup berbagai pesan, baik itu
pesan pendidikan, hiburan dan informasi. Pesan dalam film adalah
menggunakan mekanisme lambang-lambang yang ada pada pikiran manusia
berupa isi pesan, suara, perkataan, percakapan dan sebagainya.
Film
juga dianggap sebagai media komunikasi yang ampuh terhadap massa yang
menjadi sasarannya, karena sifatnya yang audio visual, yaitu gambar dan
suara yang hidup. Dengan gambar dan suara, film mampu bercerita banyak
dalam waktu singkat. Ketika menonton film penonton seakan-akan dapat
menembus ruang dan waktu yang dapat menceritakan kehidupan dan bahkan
dapat mempengaruhi audiens.
Dewasa
ini terdapat berbagai ragam film, meskipun cara pendekatannya
berbeda-beda, semua film dapat dikatakan mempunyai satu sasaran, yaitu
menarik perhatian orang terhadap muatan-muatan masalah yang dikandung.
Selain itu, film dapat dirancang untuk melayani keperluan publik
terbatas maupun publik yang seluas-luasnya.
Pada
dasarnya film dapat dikelompokan ke dalam dua pembagian dasar, yaitu
kategori film cerita dan non cerita. Pendapat lain menggolongkan menjadi
film fiksi dan non fiksi. Film cerita adalah film yang diproduksi
berdasarkan cerita yang dikarang, dan dimainkan oleh aktor dan aktris.
Pada umumnya film cerita bersifat komersial, artinya dipertunjukan di
bioskop dengan harga karcis tertentu atau diputar di televisi dengan
dukungan sponsor iklan tertentu. Film non cerita adalah film yang
mengambil kenyataan sebagai subyeknya, yaitu merekam kenyataan dari pada
fiksi tentang kenyataan.
Dalam
perkembangannya, film cerita dan non cerita saling mempengaruhi dan
melahirkan berbagai jenis film yang memiliki ciri, gaya dan corak
masing-masing. Seperti halnya dengan film Pendekar Awan dan Angin yang
saat ini dibahas penulis, film ini termasuk film cerita karena ceritanya
dikarang yang dipertunjukan ditelevisi dengan dukungan iklan.
bhs.indonesia
Pengertian Drama
Drama adalah salah satu jenis karya sastra yang mempunyai
kelebihan
dibandingkan dengan karya sastra jenis lain, yaitu unsur
pementasan yang
mengungkapkan isi cerita secara langsung dan dipertontonkan di
depan umum.
Meskipun demikian, ada juga naskah drama yang sifatnya hanya untuk
dibaca
atau sering disebut closed drama.
Berdasarkan ciri-cirinya, drama memiliki sifat penokohan yang
mempunyai
peranan penting dalam mengungkap cerita di dalamnya. Oleh karena
itu setiap
tokoh mempunyai sifat-sifat kritis sebagai penyampai amanat dari
pengarangnya,
misalnya satire, humor, ambiguitas, sarkasme ataupun kritik-kritik
sosial lainnya
yang tergambar melalui dialog-dialog antartokoh.
Unsur paling pokok dalam sebuah drama ada empat, yaitu lakon
(naskah
drama atau text play), pemain (aktor atau aktris), tempat
(gedung pertunjukan),
dan penonton. Unsur lakon memegang peranan penting karena pemain
tanpa
lakon jelas tidak dapat membuat drama. Begitu pun tempat saja tanpa
lakon
tidak akan menghasilkan drama. Tetapi, sebaliknya kalau hanya ada
lakon saja,
maka kita masih bisa mengikuti drama-drama bacaan, misalnya “closed
drama.”
Lakon drama disusun atas unsur-unsur yang sama dengan novel atau
roman,
yaitu:
a. Tema, merupakan pikiran pokok yang mendasari lakon drama.
Pikiran pokok
ini dikembangkan sedemikian rupa sehingga menjadi cerita yang
menarik.
b. Amanat, adalah pesan moral yang ingin disampaikan penulis
kepada
pembaca naskah atau pendengar (dalam hal ini) dan juga penonton
drama.
Artinya penonton dapat menyimpulkan pesan moral yang telah ia
dengar,
baca atau saksikan.
c. Plot. Lakon drama yang baik selalu mengandung konflik. Sebab,
roh drama
adalah konflik. Drama memang selalu menggambarkan konflik atau
pertentangan.
Adanya pertentangan menimbulkan rangkaian peristiwa yang menjadi
sebab-akibat dan disebut alur/plot.
Secara rinci perkembangan plot drama ada 6 tahap, yaitu:
1) Eksposisi, tahap ini disebut tahap perkenalan, karena penonton
mulai
diperkenalkan dengan lakon drama.
2) Konflik, tahap ini adalah tahap kejadian. Insiden inilah mulai
plot drama
sebenarnya, karena insiden merupakan konflik yang menjadi dasar
sebuah drama
3) Komplikasi, konflik-konflik yang semakin berkembang dan semakin
banyak, kait-mengkait dan masih menimbulkan tanda tanya.
4) Krisis, tahap ini berbagai konflik mencapai puncaknya.
5) Resolusi, Pada tahap ini dilakukan penyelesaian konflik.
6) Keputusan, tahap terkhir ini semua konflik berakhir dan cerita
sebentar
lagi selesai.
d. Karakter atau perwatakan, yaitu keseluruhan ciri-ciri jiwa
seorang tokoh
dalam lakon drama.
e. Dialog, meupakan perwujudan dari jalan cerita lakon drama.
Dialog yang
dilakukan harus mendukung karakter tokoh yang dimainkan.
f. Setting, adalah tempat, rung, waktu, suasana terjadinya adegan.
Karena
semua adegan dimainkan di panggung, panggung harus bisa
menggambarkan
tempat adegan yang sedang terjadi.
g. Bahasa, naskah drama diwujudkan dari bahan dasar bahasa dan
penulis
drama sebenarnya menggunakan bahasa untuk menuangkan ide dramanya.
h. Interpretasi, adalah penafsiran terhadap lakon drama yang
dimainkan yang
biasanya merupakan bagian dari kehidupan masyarakat yang diangkat
ke
atas panggung oleh para seniman.
bhs.indonesia
Pengertian Prosa
Prosa adalah
karangan bebas yang tidak terikat oleh banyaknya baris, banyaknya suku
kata, dalam setiap baris serta tak terikat oleh irama dan rimanya
seperti dalam puisi.
Prosa berbeda dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa kadangkala juga disebut dengan istilah "gancaran".
Prosa dapat dibedakan berdasarkan pembabakannya, menjadi :
Prosa berbeda dengan puisi karena variasi ritme (rhythm) yang dimilikinya lebih besar, serta bahasanya yang lebih sesuai dengan arti leksikalnya. Kata prosa berasal dari bahasa Latin "prosa" yang artinya "terus terang". Jenis tulisan prosa biasanya digunakan untuk mendeskripsikan suatu fakta atau ide. Karenanya, prosa dapat digunakan untuk surat kabar, majalah, novel, ensiklopedia, surat, serta berbagai jenis media lainnya. Prosa kadangkala juga disebut dengan istilah "gancaran".
Prosa dapat dibedakan berdasarkan pembabakannya, menjadi :
- Prosa lama adalah prosa bahasa indonesia yang belum terpengaruhi budaya barat,
- Prosa baru adalah prosa yang dikarang bebas tanpa aturan apa pun.
Perbedaan antara prosa lama dan baru adalah sebagai berikut :
Prosa lama
1. Statis, lamban perubahannya
2. Istana Sentris, bersifat kerajaan
3. Bersifat fantastis, bentuknya hikayat, dongeng
4. Di pengaruhi sastra Hindu dan Arab
5. Tidak ada pengarang atau anonim
Prosa baru
1. Dinamis, perubahannya cepat
2. Rakyat Sentris, mengambil bahan dari rakyat sekitar
3. Realistis, bentuknya roman, novel, cerpen, drama, kisah, dsb.
4. Di pengaruhi sastra Barat
5. Nama pencipta selalu dicantumkan
Prosa biasanya dibagi menjadi empat jenis: prosa naratif, prosa deskriptif, prosa eksposisi, dan prosa argumentatif.
Prosa lama
Prosa lama adalah prosa yang hidup dan berkembang dalam masyarakat lama Indonesia. Prosa lama merupakan karya sastra yang belum mendapat pengaruh dari sastra atau kebudayaan barat. Karya sastra prosa lama yang mula-mula timbul dan disampaikan secara lisan, disebabkan karena belum dikenalnya bentuk tulisan.
Setelah masyarakat Indonesia menjadi akrab dengan tulisan, maka karya sastra berbentuk tulisan pun mulai banyak dikenal. Sejak itulah sastra tulisan mulai dikenal dan sejak itu pulalah babak-babak sastra pertama dalam rentetan sejarah sastra Indonesia mulai ada.
Prosa lama terbagi atas:
1. Bidal
Bilal, adalah cara berbicara dengan menggunakan bahasa kias. Bidal terdiri dari beberapa macam, diantaranya:
a. Pepatah
Pepatah
adalah suatu peri bahasa yang mengunakan bahasa kias dengan maksud
mematahkan ucapan orang lain atau untuk menasehati orang lain.
Contoh: Malu bertanya sesat di jalan. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna.
Contoh: Malu bertanya sesat di jalan. Sesal dahulu pendapatan, sesal kemudian tidak berguna.
b. Tamsil
Tamsil (ibarat) adalah suatu peribahasa yang berusaha memberikan penjelasan dengan perumpamaan dengan maksud menyindir, menasihati, atau memperingatkan seseorang dari sesuatu yang dianggap tidak benar.
Contoh: Tua-tua keladi, makin tua makin menjadi. Keras-keras kersik, kena air lemut juga.
c. Kiasan
Ungkapan
tertentu untuk menyampaikan maksud yang sebenarnya kepada seseorang,
karena sifat, karakter, atau keadaan tubuh yang dimilikinya. Kata-kata
sebutan yang digunakan dengan cara tersebut dinamakan bahasa kiasan.
Contoh: Makan tangan = memperoleh keuntungan besar. Buah hati = kekasih atau orang yang sangat dicintai.
Contoh: Makan tangan = memperoleh keuntungan besar. Buah hati = kekasih atau orang yang sangat dicintai.
d. Perumpamaan
Perumpamaan
adalah suatu peribahasa yang digunakan seseorang dengan cara
membandingkan suatu keadaan atau tingkah laku seseorang dengan keadaan
alam, benda, atau makhluk alam semesta.
Contoh: Seperti anjing makan tulang. Seperti durian dengan mentimun.
Contoh: Seperti anjing makan tulang. Seperti durian dengan mentimun.
e. Pemeo
Pemeo adalah suatu peribahasa yang digunakan untuk berolok-olok, menyindir atau mengejek seseorang atau suatu keadaan.
Contoh:
Ladang Padang, orang Betawi: maksudnya berlagak seperti orang Padang padahal dia orang Betawi atau orang Betawi yang berlagak kepadang-padangan.
Bual anak Deli: maksudnya membual seperti membualnya daerah Deli yang terus menerus, namun isinya tidakbermakna.
Contoh:
Ladang Padang, orang Betawi: maksudnya berlagak seperti orang Padang padahal dia orang Betawi atau orang Betawi yang berlagak kepadang-padangan.
Bual anak Deli: maksudnya membual seperti membualnya daerah Deli yang terus menerus, namun isinya tidakbermakna.
2. Hikayat
Hikayat
berasal dari India dan Arab, yaitu bentuk sastra lama yang berisikan
cerita kehidupan para dewa-dewi, peri, pangeran, putri kerajaan, serta
raja-raja yang memiliki kekuatan gaib. Kesaktian dan kekuatan luar biasa
yang dimiliki seseorang, yang diceritakan dalam hikayat, kadang tidak
masuk akal. Namun dalam hikayat banyak mengambil tokoh-tokoh dalam
sejarah.
Contoh: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, Si Pitung, Hikayat Si Miskin, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Sang Boma, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja Budiman.
Contoh: Hikayat Hang Tuah, Kabayan, Si Pitung, Hikayat Si Miskin, Hikayat Indra Bangsawan, Hikayat Sang Boma, Hikayat Panji Semirang, Hikayat Raja Budiman.
3. Sejarah atau Tambo
Sejarah disebut juga Tambo, berasal dari bahasa Arab, yaitu dari kata sajaratun yang berarti pohon. Sejarah adalah salah satu bentuk prosa lama yang isi ceritanya diambil dari suatu peristiwa sejarah. Cerita yang diungkapkan dalam sejarah bisa dibuktikan dengan fakta.
Tambo atau cerita sejarah, kadang tidak sepenuhnya mengandung kebenaran, karena dicampurkan dengan hal-hal yang tidak masuk akal atau dongeng. Selain berisikan peristiwa sejarah, juga berisikan silsilah raja-raja. Sejarah yang berisikan silsilah raja ini ditulis oleh para sastrawan masyarakat lama.
Contoh:
Sejarah Melayu karya datuk Bendahara Paduka Raja alias Tun Sri Lanang yang ditulis tahun 1612, Tambo Bengkahulu, Silsilah Raja Bugis (Raja Ali Haji)
4. Dongeng
Bentuk
sastra lama yang bercerita tentang suatu kejadian yang luar biasa yang
bersifat khayalan dari pengarangnya. Jadi dongeng bukan merupakan cerita
yang benar-benar terjadi. Fungsi dongeng hanyalah sebagai penghibur
hati saja atau pelipur lara. Itulah sebabnya dongeng disebut juga cerita
pelipur lara.
Bentuk-bentuk cerita dongeng:
a. Mite (Mitos)
Mite (Mitos), adalah cerita-cerita yang berhubungan dengan kepercayaan terhadap sesuatu benda atau hal yang gaib, alam gaibatau yang dipercayai mempuyai kekuatan gaib, seperti dewa, peri ataupun Tuhan.
Contoh-contoh sastra lama yang termasuk jenis mitos, adalah: Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai,Dongeng Abu Nawas, Dewi Sinta yang diculik oleh Rahwana. Mahabharata, Ramayana, Hikayat Illias dan Odyes karangan Homerus dan lain-lain.
Contoh-contoh sastra lama yang termasuk jenis mitos, adalah: Nyai Roro Kidul, Ki Ageng Selo, Dongeng tentang Gerhana, Dongeng tentang Terjadinya Padi, Harimau Jadi-Jadian, Puntianak, Kelambai,Dongeng Abu Nawas, Dewi Sinta yang diculik oleh Rahwana. Mahabharata, Ramayana, Hikayat Illias dan Odyes karangan Homerus dan lain-lain.
b. Sage
Sage, adalah cerita lama yang di dalamnya mengandung unsur sejarah atau yang berhubungan dengan sejarah, yang menceritakan tentang kepahlawanan,keperkasaan, serta kesaktian, keberanian, dan keajaiban para raja, pangeran atau tokoh-tokoh tertentu. Beberapa contoh sage, adalah: Calon Arang, Ciung Wanara, Airlangga, Panji, Smaradahana, Kesaktian Hang Tuah, Lutung Kasarung, Damarwulan, Angleng Darma Dongeng Kesaktian dan keperkasaan Patih Gajah Mada dll.
c. Fabel
Fabel adalah dongeng tentang binatang yang bisa berbicara dan bertingkah laku seperti manusia, sebagai lambang pengajaran moral (biasa pula disebut sebagai cerita binatang).
Contoh:
Cerita Si Kancil yang Cerdik, Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Buaya dan Kera, Burung Gagak dan Serigala, Anjing yang Loba, Pelanduk Jenaka, Burung Bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi,Dongeng Perlombaan kancil dan siput
Contoh:
Cerita Si Kancil yang Cerdik, Kancil dengan Buaya, Kancil dengan Harimau, Hikayat Pelanduk Jenaka, Kancil dengan Lembu, Buaya dan Kera, Burung Gagak dan Serigala, Anjing yang Loba, Pelanduk Jenaka, Burung Bangau dengan Ketam, Siput dan Burung Centawi,Dongeng Perlombaan kancil dan siput
d. Legenda
Dongeng atau cerita lama yang mengisahkan tentang riwayat terjadinya suatu tempat atau wilayah, tentang suatu kejadian alam, asal-usul suatu benda, atau kejadian di suatu tempat atau daerah.
Contoh:
Cerita tentang Tangkuban perahu, Dongeng Malinkundang, Legenda Banyuwangi, Dongeng terjadinya Kota Bandung, Nyai Rara Kidul
Contoh:
Cerita tentang Tangkuban perahu, Dongeng Malinkundang, Legenda Banyuwangi, Dongeng terjadinya Kota Bandung, Nyai Rara Kidul
e. Penggeli Hati (Dongen Jenaka)
Penggeli hati adalah cerita komedi yang berkembang dalam suatu masyarakat atau cerita tentang tingkah laku orang bodoh, malas, atau cerdik dan masing-masing dilukiskan secara humor.
Contoh:
Si Kabayan, Pak Pandir, Cerita Lebai Malang, Joko Kendil, Pak Belalang, Abu Nawas, dll.
Contoh:
Si Kabayan, Pak Pandir, Cerita Lebai Malang, Joko Kendil, Pak Belalang, Abu Nawas, dll.
f. Cerita perumpamaan
Dongeng yang mengandung kiasan atau ibarat yang berisi nasihat dan bersifat mendidik.
Misalnya, orang yang pelit akan dinasehati dengan cerita Haji Bakhil atau Haji Pelit. Yang sombong akan dinasehati dengan cerita Firaun.
Misalnya, orang yang pelit akan dinasehati dengan cerita Haji Bakhil atau Haji Pelit. Yang sombong akan dinasehati dengan cerita Firaun.
g. Parabel
Parabel, adalah cerita rekaan yang menggambarkan sikap moral atau keagamaan dengan menggunakan ibarat atau perbandingan. Contoh: Kisah Para Nabi, Hikayat Bayan Budiman, Mahabarata, Bhagawagita, dll.
5. Kisah
Karya
sastra lama yang berisikan cerita tentang, cerita perjalanan atau
pelayaran seseorang dari suatu tempat ke tempat lain. Contoh kisah dalam
karya sastra lama, antara lain:
a. Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan
b. Kisah Abdullah ke Jedah.
a. Kisah Perjalanan Abdullah ke Negeri Kelantan
b. Kisah Abdullah ke Jedah.
6. Cerita berbingkai
Cerita berbingkai adalah cerita yang di dalamnya terdapat cerita lagi, yang dituturkan oleh pelaku-pelakunya. Cerita dalam cerita itu disebut cerita sisipan. Kadang kala cerita sisipan itu di dalamnya ada pula cerita. Sehingga cerita berbingkai ini menjadi cerita yang bersusun. Ceritra berbingkai biasanya bertemakan pendidikan akhlak, agar manusia tidak berbuat jahat atau lalim terhadap sesamanya.
Contoh: Seribu Satu Malam, Hikayat Kalilah dan Daminah, Hikayat Bayan Budiman
7. Cerita-cerita Panji
Disebut juga hikayat yang
berasal dari kesusastraan Jawa yang berkisah tentang 4 kerajaan di
pulau Jawa yaitu : kerajaan Jenggala, Kediri, Ngurawan dan Singosari.
Contoh : Hikayat Panji Semirang dan Hikayat Dalang Indra Kusumah
Prosa Baru
Bila dalam prosa lama kita dibawa pada alam khayal atau santai, namun dalam prosa baru kita dibawa pada peristiwa-peristiwa yang kita hayati dan alami tiap hari.
Prosa baru dapat dibedakan menjadi :
a. Roman
Bila dalam prosa lama kita dibawa pada alam khayal atau santai, namun dalam prosa baru kita dibawa pada peristiwa-peristiwa yang kita hayati dan alami tiap hari.
Prosa baru dapat dibedakan menjadi :
a. Roman
Ialah
cerita yang melukiskan sesuatu kehidupan manusia atau pelaku-pelakunya
dari awal sampai akhir, baik perbuatan lahir maupun peristiwa-peristiwa
batinnya. Dari kecil, remaja, dewasa, sampai meninggal. Dalam roman
sudah menjadi cirri khas adanya lukisan percintaan. Itulah sebabnya para
orang tua zaman dahulu melarang anaknya membaca buku roman sebelum
dewasa.
b. Novel
Bila dalam roman biasanya dikisahkan seluruh kisah hidup tokohnya, darimasa kanak-kanak hingga dewasa sampai meninggal dunia, tetapi dalam novel yang dilukiskan hanya sebagian dari hidupnya tokoh cerita, yaitu bagian hidupnya yang merubah nasib tokoh tersebut. Bila roman beraliran romantik, sedangkan novel beraliran ralisme (kenyataan), kadang-kadang naturalisme (alamiah).
Contoh : Pulang (Toha Mukhtar), Perburuan (Pramudia A. Toer)
c. Cerpen
Cerpen adalah semacam cerita rekaan. Cerpen lebih pendek daripada novel, sehingga bisa selesai dibaca dalam tempo satu atau dua jam. Dalam novel krisis (pergolakan) jiwa pelaku mengakibatkan perubahan nasib, tetapi dalam cerpen kritis tersebut tidak harus mengakibatkan perubahan nasib tokoh pelakunya. Cerpen dapat kita temui dalam majalah-majalah. Cerpen meliputi kisah, cerita ataupun lukisan.
Cerpen adalah semacam cerita rekaan. Cerpen lebih pendek daripada novel, sehingga bisa selesai dibaca dalam tempo satu atau dua jam. Dalam novel krisis (pergolakan) jiwa pelaku mengakibatkan perubahan nasib, tetapi dalam cerpen kritis tersebut tidak harus mengakibatkan perubahan nasib tokoh pelakunya. Cerpen dapat kita temui dalam majalah-majalah. Cerpen meliputi kisah, cerita ataupun lukisan.
d. Kisah
Pengertian lama kisah ialah ceritra tentang perjalanan. Dalam kesusastraan modern kisah sama saja dengan cerita biasa, yaitu yang menceritakan tentang sesuatu hal baik benda hidup maupun benda mati.
Contoh : Kisah pelayaran Abdullah dari Singapura ke Kelantan (Kisah Lama), Kisah Sebuah Celana Pendek (Kisah Modern)
Pengertian lama kisah ialah ceritra tentang perjalanan. Dalam kesusastraan modern kisah sama saja dengan cerita biasa, yaitu yang menceritakan tentang sesuatu hal baik benda hidup maupun benda mati.
Contoh : Kisah pelayaran Abdullah dari Singapura ke Kelantan (Kisah Lama), Kisah Sebuah Celana Pendek (Kisah Modern)
e. Biografi dan Otobiografi
Biografi ialah catatan riwayat hidup seseorang, jasanya dalam masyarakat, yang ditulis oleh orang lain.
Contoh : Dr. Sutomo (Wahid Ratu), W.R. Supratman (Matu Mona)
Biografi ialah catatan riwayat hidup seseorang, jasanya dalam masyarakat, yang ditulis oleh orang lain.
Contoh : Dr. Sutomo (Wahid Ratu), W.R. Supratman (Matu Mona)
Otobiografi ialah catatan riwayat hidup yang ditulis oleh diri sendiri.
Contoh : Kenangan Pangeran Ahmad Djajadiningrat
Contoh : Kenangan Pangeran Ahmad Djajadiningrat
f. Drama
Ialah ceritra atau karangan yang berbentuk skenario lengkap, dimana semuanya telah diuraikan secara rinci oleh penulis drama, misalnya kalimat-kalimat yang harus diucapkan oleh pemain, sikap dan gerak-gerik yang harus dimainkan oleh pemain juga tempat adegan dalam cerita drama diuraikan secara rinci oleh penulisnya. Bahasa yang dipakai disesuaikan dengan bahasa golongan pelaku. Bahasa jongos berbeda dengan bahasa majikan, guru, dokter, pujangga dan lain-lain.
Ialah ceritra atau karangan yang berbentuk skenario lengkap, dimana semuanya telah diuraikan secara rinci oleh penulis drama, misalnya kalimat-kalimat yang harus diucapkan oleh pemain, sikap dan gerak-gerik yang harus dimainkan oleh pemain juga tempat adegan dalam cerita drama diuraikan secara rinci oleh penulisnya. Bahasa yang dipakai disesuaikan dengan bahasa golongan pelaku. Bahasa jongos berbeda dengan bahasa majikan, guru, dokter, pujangga dan lain-lain.
Drama
biasanya untuk pentas dipanggung atau disandiwarakan. Drama dibagi atas
beberapa bagian yang disebut babak dan babak dibagi pula atas adegan.
Didalam drama biasanya terdapat :
a. Dialog : Percakapan antara dua orang sesuai dengan perbuatannya.
b. Prolog : Kata pendahuluan, maksudnya untuk menarik minat penonton terhadap apa yang akan di pertunjukkan.
c. Epilog : Kata penutup untuk mencantumkan dan mengikhtisarkan nilai-nilai yang dikandung.
g. Esai dan Kritik
Esai ialah suatu kupasan atau pembicaraan tentang obyek kebudayaan atau seni. Peninjauan obyek itu sendiri pandangan penulis esai tersebut, itulah sebabnya esai bersifat subyektif.
Esai ialah suatu kupasan atau pembicaraan tentang obyek kebudayaan atau seni. Peninjauan obyek itu sendiri pandangan penulis esai tersebut, itulah sebabnya esai bersifat subyektif.
Penulis esai tidak menggubah sesuatu, ia hanya membicarakan suatu cipta hasil karya orang lain.
Kritik lain dengan esai, kalau esai sifatnya subyektif maka kritik sifatnya haruslah obyektif. Dalam kritik penulis mengemukakan kebaikan maupun kekurangan dari tulisan yang dikritiknya. Sehingga kritik bisa diterima oleh semua pihak, baik orang lain maupun penulis yang dikritiknya. Kritik sering tidak mengenakkan orang yang dikritiknya.
Yang termasuk essayist (ahli essay) antara lain :
a. Armin Pane : Mengupas Kesusastraan Indonesia Baru
b. Adiegoro : Mengupas Revolusi dan Kebudayaan
c. Asmar Ismail : Mengupas Drama
Langganan:
Postingan (Atom)









